SEKILAS INFO
: - Jumat, 25-09-2020
  • 3 minggu yang lalu / Senin, 31 Agustus 2020 SMP Birrul Walidain Masuk pertama kali untuk pembelajaran Tatap Muka, Tetap jaga protokol kesehatan ya !
  • 4 minggu yang lalu / SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen ditunjuk dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen untuk melakukan simulasi Tatap Muka
  • 7 bulan yang lalu / Birrul Robotic Day akan dilaksanakan pada hari Kamis, 20 Februari 2020
Punishment atau Tambahan Pahala

Sekolah sebagai salah satu instansi untuk mendidik dan membentuk karakter siswa. Berbagai peraturan dan budaya diatur dan disusun sedemikian rupa agar dapat membentuk karakter siswa yang mulia. Tapi tak dapat dipungkiri ketidaktertiban masih tetap terjadi. Mulai dari ketidaktertiban yang terjadi karena kodratnya manusia sebagai tempat salah dan lupa, hingga ketidaktertiban yang memang disengaja.

Reward dan punishment pun akhirnya harus dihadirkan guna terlaksananya ketertiban yang sesuai peraturan dan harapan. Reward dan punishment hadir bukan untuk menjadi judgment kesuksesan, tapi mereka hadir sebagai alat untuk mendidik. Memberi reward atau apresiasi sederhana untuk mereka yang tertib, dan memberi punishment untuk mereka yang tidak tertib adalah hal yang lumrah sebagai wujud pendidikan untuk mereka.

Kiranya masih ada saja ketidakteriban yang terjadi disekolah, karena sekolah sebagai tempat belajar. Dari yang belum tahu menjadi tahu, dari yang belum bisa menjadi bisa, dari yang belum baik menjadi baik, dari yang baik menjadi lebih baik. Begitupun di SMP Birrul Walidain Muh. Sragen. Reward dan punishment pun juga diterapkan di sekolah ini.

Berbagai bentuk reward diberikan untuk para siswa berprestasi baik akademik maupun non akademik, berbagai apresiasi diberikan untuk mereka yang tertib dan patuh dengan peraturan. Punishment pun juga harus dihadirkan untuk mereka yang belum tertib dan disiplin. Tetapi bedanya di SMP Birrul Walidain Muh. Sragen lebih sering menyebut punishment sebagai tambahan pahala. Kenapa tambahan pahala? Karena di SMP Birrul Walidain Muh. Sragen ketidaktertiban bukan dijadikan sebagai bad judgment, tapi dijadikan sebagai sarana untuk mendapatkan pahala tambahan.

Membaca Al-Qur’an, menulis ayat Al-Qur’an, memberi target hafalan, memungut sampah atau menyapu dan lain sebagainya adalah beberapa opsi tambahan pahala yang dihadiahkan untuk mereka yang tidak tertib.

Sekolah bukan wadah untuk mereka yang sudah baik saja, tapi sekolah adalah tempat untuk menjadi baik dan lebih baik. Jangan jadikan punishment sebagai bad judgment tapi jadikan punishment sebagai sarana menambah pahala dan mendidik siswa.

-Wali kelas dan pendamping 7A dan 7B-

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masuk untuk bisa menulis komentar.

Pengunjung

139362
Total views : 574081
Who's Online : 2
Your IP Address : 18.207.106.142

Pengumuman

Birrul Robotic Competition 2020

Kemah Calon Dewan Pasukan HW

Masuk Pertama Tahun Ajaran 2019 – 2020

Arsip