SEKILAS INFO
: - Minggu, 27-09-2020
  • 4 minggu yang lalu / Senin, 31 Agustus 2020 SMP Birrul Walidain Masuk pertama kali untuk pembelajaran Tatap Muka, Tetap jaga protokol kesehatan ya !
  • 1 bulan yang lalu / SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen ditunjuk dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen untuk melakukan simulasi Tatap Muka
  • 7 bulan yang lalu / Birrul Robotic Day akan dilaksanakan pada hari Kamis, 20 Februari 2020
Tahfidz Pra Ujian

Oleh: Mohamad Mujamil, S.PdI

Kawasan kantor ustadz-ustadzah nampak ramai oleh para siswa. Mereka segera mendekati para ustadznya. Dengan nada khas muriqi, mereka melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Selain itu, kita jumpai pula di beberapa titik di sekolah ini nampak hal yang sama. Ada yang di depan kantor dengan lesehan di lantai, ada pula yang di bawah pohon, dan tempat-tempat lainnya yang dirasa kondusif untuk setoran tahfidz. Ya, setoran tahfidz pra ujian UAS/PAS mulai tahun pelajaran 2019-2020 menjadi syarat utama memperoleh kartu ujian.
Bagi sebuah manajemen, trial and error adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam rangka mengembangkan instansi ke arah yang inovatif dan kreatif. Cita-cita menempatkan tahfidz Al-Qur’an di maqam yang tinggi menuntut uji coba praktis yang mampu menggerakkan setiap warga sekolah mencapainya. Bagi para siswa, target setoran tahfidz menjadi syarat memperoleh kartu ujian. Kalau di sekolah lain, mungkin, syarat memperoleh kartu ujian dengan keharusan melunasi biaya SPP bulanan. Tidak dengan SMP Birrul Walidain Muhammadiyah, yang menempatkan ketuntasan kompetensi tahfidz sebagai syaratnya.
Selain berbicara sisi manajemen, program setoran tahfidz Al-Qur’an ini menjadi warna tersendiri di lingkungan sekolah. Kita akan menjumpai para siswa dan para ustadznya membentuk halaqah kecil. Para siswa fokus menyetorkan hafalan surat-surat yang menjadi target dan para ustadz khusyuk menyimaknya. Kita akan juga menjumpai para siswa sibuk dalam muraja’ah dimanapun dan kapanpun berada. Penulis pernah melihat ada siswa yang muraja’ah di sela-sela istirahat, di jeda menunggu iqomah, di jeda pergantian jam pelajaran, dan di saat menanti orang tua mereka menjemput untuk pulang.
Demikian kesan program setoran tahfidz pra UAS/PAS dilaunching. Para ustadz dan para siswa saling mengambil peran menyukseskan program ini. Ketika melihat kemarau menimpa program ini, para ustadz mengambil kebijakan diselenggarakan mabit tahfidz dalam rangka menjaring secara massif setoran tahfidz para siswa. Dalam rangka memperkuat program ini, bagi para siswa yang sudah dinyatakan lulus dan tercapai setoran tahfidznya tidak wajib mengikuti mabit tersebut. Sehingga mabit tahfidz akan fokus bagi siswa-siswi yang lemah atau mungkin malas dalam tahfidznya.
Program setoran tahfidz pra ujian sebagai langkah strategis mencapai target minimal tahfidz siswa selama tiga tahun belajar di sekolah ini. Para siswa selama tiga tahun mempunyai target minimal capaian tahfidz, yaitu Juz 29 dan 30. Bagi para siswa yang sudah melampaui capaian tersebut, program ini dapat dijadikan ikhtiar muraja’ah, sehingga hafalan mereka tidak hilang. Bagi para siswa yang belum mencapai target, program ini dapat dijadikan jembatan atau bahkan tangga untuk menyamaratakan standar hafalan sesuai standar minimal. Selain itu, dapat dijadikan pula sebagai upaya mensejajarkan dengan tahfidz teman-temannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masuk untuk bisa menulis komentar.

Pengunjung

139542
Total views : 574601
Who's Online : 1
Your IP Address : 3.230.119.106

Pengumuman

Birrul Robotic Competition 2020

Kemah Calon Dewan Pasukan HW

Masuk Pertama Tahun Ajaran 2019 – 2020

Arsip