SEKILAS INFO
: - Rabu, 16-10-2019
  • 1 minggu yang lalu / Telah dibuka pendaftaran peserta didik baru Tahun Ajaran 2020/2021 pada 1 Oktober – 20 Desember 2019, Kuota Hanya 4 kelas
  • 1 minggu yang lalu / Lomba OlympicAD 2019 di Unimus Semarang
  • 10 bulan yang lalu / Selamat datang di halaman website resmi SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen
Zaman Old VS Zaman Now

Masalah utama pengasuhan di generasi saat ini adalah tidak adanya Ikatan hati.
Ada hadist menyebutkan Ikat hati anak sebelum dikasih tau. Kasih tau sebelum kasih tugas.

Dalam menyikapi problem kidz zaman now, kita sebagai orang tua zaman old kadang merasa sudah menjadi ortu jika sudah memberi nasehat
Padahal pengasuhan tidak sekedar memberi nasehat .

Dalam Surat An nahl 78
Mengenai konsep pengasuhan (proses belajar manusia) :dimulai dari mendengar – melihat – hati nurani
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 78)
Setiap anak yg waktu kecil jarang mendengar suara orang tuanya, jarang melihat wajah orang tuanya, tidak akan dapat mengikat hati anaknya kelak.

Zaman dulu, tidak ada ilmu parenting, tp banyak yang berhasil mengikat hati anaknya. Kenapa?

Karena dulu, kalo anak menangis, ortu nyanyi, menghibur, memeluk, bawa jalan. Karakter yg terbangun : setiap aku sedih, ada ayah dan bunda yg akan menenangkan. Klo sekarang, anak menangis, dihibur dg upin ipin, baby shark dududu. Karakter yang dibangun, klo anak sedih, dia akan cari gadget utk mengusir kesedihan.
Simpul2 ikatan hati beralih, sehingga anak2 lebih mendengar orang lain atau gadget di bandingkan kedua orangtuanya.

Cara mudah membuat anak mau mendengarkan kita adalah, buat dia jatuh cinta ke kita terlebih dahulu .

Tantangan pengasuhan kidz zaman now, membangun kembali ikatan bathin dengan orang tua!
Sehingga mereka akan merasakan nikmatnya ngobrol dg ortu lebih nikmat dr update status di fb, asyiknya bermain dengan ortu lebih asyik drpd main di hp.

Beberapa efek negatif dr paparan gadget:
– anak2 tidak sabaran, maunya serba instant. Laper tinggal go food, beli tiket ga perlu antri tinggal go tix. Boleh kita menggunakan fitur tsb ketika benar2 tdk ada waktu atau kepepet. Sehingga anak2 bisa belajar, utk mendapatkan sesuatu perlu usaha.
– ‎anak2 gampang menyerah, tidak tangguh. Tidak suka dg seseorang langsung block nomernya, tidak sependapat langsung unfollow fbnya, masuk sekolah, baru sebulan minta pindah krn hal sepele. Akibatnya karakter yg terbangun : Kalo ada masalah kabur aja.
Dampaknya nanti akan berpengaruh ke pekerjaan hingga pernikahan.

Mengasuh anak ibarat main layang2. Kita lepaskan dia setinggi2nya, namun ttp kita jaga dengan uluran dan tarikan agar ttp tinggi di langit melawan angin .

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masuk untuk bisa menulis komentar.

Pengunjung

032713
Total views : 119436
Who's Online : 1
Your IP Address : 18.204.227.250

Pengumuman

Pendaftaran Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2020/2021

Kemah Calon Dewan Pasukan HW

Masuk Pertama Tahun Ajaran 2019 – 2020

Arsip